Sebenarnya juga bukan semata faktor kemalasan tetapi memang saya harus istirahat sebentar dari aktivitas yang selama ini saya jalani.
Kejadian dua bulan lalu mengingatkan saya akan ayat Allah dalam Al Quranul Karim
Kullu nafsin daiqotul maut "(QS Al Imron 125)
Setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian"
Mendadak saya harus "menginap" di RS selama beberapa hari... Ini setelah saya mendapat "serangan" dan harus mengunjungi IGD untuk kedua kalinya selama hidup saya.. Tapi agak bete juga sih, lha wong ngerasa badan masih sehat eh malah dianjurkan rawat inap sama dokter. Keluarga yang panikan akhirnya segera menginapkan saya deh. Alhasil bulan Ramadhan yang seharusnya diisi dengan khusyu'nya ibadah jadi agak sedikit terganggu.
Namun ada satu hal yang ingin saya tekankan, setiap orang pasti akan menemui ajalnya. Sedang apa, dimana pun kita ketika ajal sudah datang niscaya kita tidak akan bisa mengelak lagi. Kejadian ini membuka mata saya bahwa manusia hidup itu ada masanya. Ketika masa tinggalnya sudah habis maka ia harus segera meninggalkan dunia ini. Tinggal sekarang bagaimana cara kita untuk menjemput kematian itu.
Ketika berada di IGD banyak hal berkecamuk di dalam pikiran saya, tentang amalan yang sudah saya lakukan, orang tua dan orang- orang yang saya sayangi. Tapi satu hal yang terus mengusik saya, cukupkah dengan semua hal yang saya lakukan selama ini akan mengantar saya menuju JannahNya. Ya, setiap manusia pasti menginginkan yang terbaik di dalam hidupnya begitupun ketika ia mati. Yang diharapkannya adalah bisa berada di tempat tertinggi, Jannatul Firdausy. Hal ini tentu sangat dianjurkan oleh Rasulullah
“Bila kamu meminta kepada Allah, maka mintalah surga Firdaus. Sebab, ia adalah pertengahan surga dan tempat yang paling tinggi di surga.” (HR. Bukhari, Tirmidzi, dan Ahmad)Dan harga surga ini tidaklah murah, waktu yang sekejap harus digunakan untuk menanam amal agar ketika saat istirahat itu tiba kita tinggal memetiknya di surga nanti. Karena dunia bikan tempat untuk istirahat tapi untuk berjuang dan saat istirahat adalah ketika kaki kita ini telah menginjak surga nantinya. Ighfirlana ya Allah jika dosa ini masih bertumpuk, semoga kita bisa memanfaatkan sisa waktu untuk berjuang menegakkan Dienullah.
cairan infusnya pink -_-
sampe bengkak pergelangan tangannya


0 komentar:
Poskan Komentar