Been missing you so, So desperately
But lately I feel
Like you feel and
I see what you see
How I'm missing you..
Masihkan teringat lirik lagu dari Sami Yusuf ft Outlandish ini?. Kehidupan yang jauh dari masa Rasulullah dan sahabat terbaik beliau membuat kita berat terkadang untuk berjuang menegakkan agama Allah. Ketika kemaksiatan bebas kita jumpai di mana-mana. Melangkahkan kaki menuju pintu keluar rumah seakan menyambut suguhan pemandangan yang sering membuat kita harus menundukkan mata, menjaga pandangna dan hati. Belumlah cobaan yang senantiasa hinggap menghampiri ketika mengingatkan sesama, menyeru mereka untuk kembali kepada hukum Islam. Cemoohan, cibiran kadang pengucilan sering dialamai aktivis dakwah. Stigma negatif sering pula menghampiri ikhwan berjenggot dan akhwat berjilbab dan berkerudung besar. Teroris, Islam garis keras, aktivis pencuci otaklah mungkin ini adalah sebutan yang kerap diberikan kepada aktivis Islam. Dan kenapa harus selalu ISLAM?
Hal ini sesuai Hadits Rasulullah :
“Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali pula dalam keadaan asing, maka berbahagialah orang-orang dikatakan asing.” (HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah dan Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma)
Islam kembali asing lagi saat ini, ketika Al Qur'an dan As Sunnah tidak lagi dijadikan pedoman dalam hidup, ketika Penyelesaian ranah publik diserahkan pada pemikiran dan hawa nafsu manusia. Dan yang senantiasa menggenggam Islam seperti menggenggam bara api inilah orang-orang yang beruntung.
Karena itulah Allah menjanjikan pahala yang besar bagi para penggenggam bara ini.
Sebagaimana sabda Rasulullah berikut :
“Sesungguhnya di kemudian hari akan datang masa yang memerlukan kesabaran (karena fitnah, peperangan, pembunuhan, dsb.). Bagi orang yang memegang teguh agamanya ibarat memegang bara api. Orang yang melakukan sesuatu (yang diperintahkan) pahalanya setingkat dengan lima puluh orang biasa”. Para shahabat bertanya: “Orang biasa dari golongan kita atau dari golongan mereka?” Rasulullah menjawab, “Dari golongan kalian”.
(HR Al-Bazzar dan Ath-Thabrani dari ‘Utbah bin Ghazwan dan Abdullah bin Mas’ud)
Kita memang hidup jauh dari jaman Rasulullah dan para sahabat, namun Allah menjanjikan pahala setara 50 kali dari para sahabat terbaik Rasulullah bagi para pemegang bara api. Tidak tertarikkah kita?
Dalam keheningan malam sering kita merindukan kehadiran Rasulullah di sisi kita, merindukan pertemuan dengan beliau. Ketika pertentangan dalam dakwah semakin hebat maka akan semakin kita faham bagaimana perjuangan beliau ketika mendakwahkan Islam dahulu. Kita melihat dan merasakan apa yang beliau rasakan. Sungguh mulia orang yang meneladani aktivitas beliau, mendedikasikan seluruh bekal yang dipunyainya hanya untuk kemuliaan Islam. Tidak akan ada yang sia-sia dalam perjuangan untuk menegakkan Kalimatullah. Teruslah bergerak hingga kelelahan itu lelah menghampirimu, kobarkan semangat para penggenggam bara api dalam dirimu. Untuk menjemput pertemuan dengan Allah dan kekasihNya di surga Firdausy.


0 komentar:
Poskan Komentar